
Silakan Download novel lengkapnya di sini gratis!
Tak terasa air mataku mengalir, dadaku sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam isak tangisku semua kebaikan Raihana selama ini terbayang. Wajahnya yang teduh dan baby face, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tangisnya mengalirkan perasaan haru dan cinta. Ya cinta itu datang dalam keharuanku. Dalam keharuan terasa ada hawa sejuk turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu, pesona kecantikan Cleopatra memudar......
Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku oada Raihana. Membagi rinduku yang tiba-tiba memenuhi rongga dada. Air mataku berderai-derai. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang diiringi derai air mata yang tiada henti menetes di jalanan. Aku tak peduli. Aku ingin segera sampai dan melupakan semua rasa cinta ini padanya. Padanya yang berhati mulia. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan mengambil nafas panjang dan mengusap air mata. Melihat kedatanganku ibu mertua serta merta memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis.
" Mana Raihana, Bu ?"
Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
" Istrimu, Raihana istrimu dan anakmu yang dikandungnya ! "
" Ada apa dengan dia ! "
" Dia......."
Kedua novel pendek yang ada dalam buku ini membuatku kehilangan ketika semua harus berakhir pada kata terakhir di lembar terakhir novel ini. Rasanya ku masih ingin terus mendapat cerita mengalir tak putus. Tak perlu ada ending...
Cerita yang ada pada judul Pudarnya Pesona Cleopatra (PPC) bagi saya adalah hal umum yang bisa terjadi pada siapa saja, yaitu pemujaan tak bermata. Andaipun bermata, tak banyak yang mampu terdeskripsi jika harus disebutkan. Cinta pada seseorang, obsesi yang terlanjur terjerat, keputusan hati (atau ego) yang terpatri itu membuat alternatif lain tak dilirik, meski ia adalah permata bertahta indah dan mahal.
Dan penyesalan tak pernah ada dalam sejarah datangnya pada awal-awal. Ia akan selalu datang terlambat. Dan ketika saatnya itu tiba, semua barulah jelas dan kita sadari. Pemaknaan yang terlambat itu akhirnya menjadi penyesalan tak berakhir.
Membaca buku ini, pesan yang sampai tak harus eksplisit. Meski hanya tertutur dari perjalanan sang tokoh, sebagai individu yang sering mengalami hal yang sama, jadi tersa tersentil. Sebuah sentilan yang manis dan indah.
Namun, sedih dan kagumku atasmu Raihanna, buatku ingin dan 'terobsesi' untuk memiliki hati sepertimu... (kayaknya jauh banget deh...)
Kamis, 12 Maret 2009
PUDARNYA PESONA CLEOPATRA
Label:
Sinopsis Novel





Tidak ada komentar:
Posting Komentar